Lagi-lagi
kita dibuat bingung hanya karna sebuah permainan yang kita ciptakan sendiri. “Hidup
ini tak ubahnya sebuah permainan, jikalau kita tak pandai untuk memainkanya,
maka kita sendiri yang akan dipermainkan” begitulah menurut salah satu
sastrawan yang mempunyai inisial Kang Dzun. Hidup di dunia ini memang tak perlu
“neko-neko”. Karna memang kita di dunia ini hanya sementara. Kehidupan yang
abadi dan kekal hanya akan kita dapatkan ketika kita sudah masuk pada alam
akhirat. Antara surga dan neraka. Namun jika kita fikir ulang dan lebih dewasa.
Sejenak kita akan dapatkan kesimpulan bahwa sangatlah disayangkan jikalau pada
saat kita numpang di dunia ini tidak kita manfaatkan dengan baik. “Hidup di
dunia ini layaknya menanam untuk kita diakhirat” “Ad-Dunya Mazro’atul Akhirat” begitulah
pepatah arab berkata.
-
My Colaboration
Memorian In Festival Gema Takbir home -

My Adventure
Dancer Team In English For All -
Collection
Jepret-jepret bareng. scoo crew in mambaus sholihin boording school -
My Master And Family
Keluarga besar pengasuh pondok Mambaus Sholihin. KH. Masbuhin Faqih dan keluarga. -
Unyu-Unyu
Ananeng dan agagis cilik berpose.... uhuuuuyy -
Abah-Umi
abah sama umi lagi jalan-jalan di Pondok Putri II
Selamat menyaksikan Galery Foto-Foto Unik Tentang Pemilik Blog dan Orang-orang dekatnya.
Thursday, October 10, 2013
Putih Abu-Abu In Action
Kepalan
tinju dan benda-benda tajam melayang membabi buta. Membentur kulit dan daging
yang empuk. Tak jarang pukulan-pukulan tersebut hanya menabrak angin hampa.
Putih abu-abu mereka kenakan layaknya baju Zirah zaman Yunani kuno. Dan
akhirnya hanya berakhir dengan Darah, Borgol, dan kantor polosi. Mungkin juga
hanya menjadikan mereka terkurung di balik Jeruji besi. Alih-alih putih abu-abu
lah yang jadi korban.
Subscribe to:
Comments (Atom)

