Blogger news

animasi

Contoh Tulisan Berjalan


Selamat menyaksikan Galery Foto-Foto Unik Tentang Pemilik Blog dan Orang-orang dekatnya.

Thursday, October 10, 2013

Putih Abu-Abu In Action



Kepalan tinju dan benda-benda tajam melayang membabi buta. Membentur kulit dan daging yang empuk. Tak jarang pukulan-pukulan tersebut hanya menabrak angin hampa. Putih abu-abu mereka kenakan layaknya baju Zirah zaman Yunani kuno. Dan akhirnya hanya berakhir dengan Darah, Borgol, dan kantor polosi. Mungkin juga hanya menjadikan mereka terkurung di balik Jeruji besi. Alih-alih putih abu-abu lah yang jadi korban.

Ya.., Tawuran, hal yang kerap dikakukan oler para remaja yang kebanyakan masih menyandang status Siswa.tak heran jikalau sekarang putih abu-abu sering menjadi sorotan media masa. Tak hanya taeuran remaja yang menjadi sorotan, namun kenakalan-kenakalan para remaja yang sekarang semakin melonjak kini menjadikan halaman-halaman di Koran maupun surat kabar lainya penuh dengan warna-warni putih abu-abu. Kenakalan yang kini semakin menjadi-jadi di kalangan remaja usia putih abu-abu membuat para guru khawatir akan terjerumusnya siswa-siswi pada setiap sekolah SMA sederajat. Se-rel dengan itu juga, membuat sekolah-sekolah yang ada semakin memperketat keamanan didalam maupun diluar jam pelajaran. Banyak factor-faktor yang menyebabkan kenakalan para siswa ini semakin melonjak. Salah satunya adalah karna factor pergaulan yang terlalu bebas, kondisi lapnagan yang mendukung, dan jikalua diteliti lagi yang paling urjen adalah mengenai masa dan usia. Lantas, kenapa harus pada usia putih abu-abu?

            Sebelum melangakah untuk menyelidiki pertanyaan diatas, mari sedikit kita tengok tentang kontens yang ada pada kata Putih Abu-abu. Putih Abu-abu sendiri adalah nama lain atau bisa dikatakan islital gaul untuk para remaja atau ABG yang masih menyandang predikat Sebagai siswa SMA sederajat. Dua kata ini diserap dari seragam khas SMA sederajat yang dikenakan ketika menuntut ilmu di sekolah. Meskipun dalam satu sekolah mempunyai seragam lain selain putih abu-abu, namun warna inilah yang identik dan menjadi identitas disetiap sekolah SMA sederajat.hal ini dapat diketahui ketika kita mengikuti kegiatan diluar. Yang pesertanya adalah siswa SMA sederajat. Hampir semuanya mengenakan seragam ini. Dan dari itulah kenapa putih abu-abu semakin melekat dan menjadi identitas para siswa SMA sederajat. Seperti yang telah kita ketahui bersama, para siswa sma kebanyakan telah menyandang usia antara 15 hingga 17 tahun. Dan dimasa inilah merupakan pencarian jati diri dan pengembangan jiwa semakin memuncak. pada usia ini semua remaja dituntut untuk lebih aktif dalam meaknai kehidupan mereka masing-masing. Terdapat korelasi apakah antara hal ini dan pertanyaan di atas?

            Kenakalan-kenakalan yang dialami oleh para remaja adalah sebuah efek samping dalam pencapaian umur mereka yang dini. Ini adalah sebagai pengapreasian diri mereka terhadap kehidupan. Rata-rata pada usia yang mulai menginjak dewasa atau puber, banyak sekali keinginan yang terlintas dalam benak para remaja. Dan hal ini perl untuk mereka aplikasikan. Namun, itu semua tergantung dari cara untuk mengaplikasikan keinginan tersebut. Kadang jikalau semua itu dibarengi dengan fikiran dan perilaku yang positif maka akan menghasilkan hal yang positif juga. dalam sebuah Koran ataupun surat kabar lainya, tak jarang kita temukan tentang prestasi-prestasi para siswa SMA sederajat yang hadir dengan penemuan-penemuan baru mereka. Seperti halnya membuat robot mini, kemudian banyak lagi penemuan dan experiment-experiment baru yang dapat diciptakan oleh para siswa tersebut. ataupun hanya sekedar menjadi juara dalam sebuah ajang lomba tingkat nasional, Dan lain sebagainya. Itu semua merupakan buah hasil dari pemikiran dan imajinasi para siswa yang dibarengi dengan pola fikr dan perilaku yang positif. Namun sebaliknya, jikalau kita tidak dapat mengontrol diri dan tergoda oleh nafsu yang semakin giat menggoda kita, maka bisa jadi kita akan ikut-ikutan mereka yang dengan tanpa fikir panjang merelakan tubuh dan fikiran mereka terjerat dan terjebak dalam permainan syetan. Akhirnya tawuran, pencurian, dan hal lainya yang bersifat negative menjadi sasaran empuk bagi mereka para siswa yang self controlnya hilang. Dalam kondisi yang labil ini pula tak jarang dari mereka yang sampai menjadikan narkoba sebagai konsumsi setiap hari. Bermula dari pergaulan mereka yang kurang baik, kemudian hanya sekedar ikut-ikutan nongkrong bersama preman-preman yang akhirnya mereka juga tertarik untuk sekedar mencoba barang-barang terlarang tersebut. yang paling kita saying kan pada kaum remaja sekarang adalah pergaulan bebas mereka terhadap lawan jenis. Mungkinkalau sekarang pacaran sudah menjadi budaya yang digemari oleh setiap siswa SMA sederajat. Apalagi ketika mereka mencapai usia dewasa dan masa puberitas. Hormone-hormon yang ada dalam setiap diri manusia ketika akan semakin bertambah ketika masuk dalam fase ini. Makanya sudah menjadi hal lumrah yang salah ketika pacaran menjadi momok utama para siswa usia 17 tahun keatas. Yang jadi permasalahan besar adalh ketika pacaran ini ternodai oleh campur tangan makhluk ketiga (syaiton). Berapa banyak siswa atau para remaja yang berdomisili di kota-kota besar masih menyandang setatus perjaka ataupun perawan. Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh salah satu riset dikota-kota besar mengatakan, hampir sekitar serapo dari remaja usia puber yang dapat dikatakan masih menjaga mahkota mereka. Dan sisanya?, Wallahua’lam… inilah yang menjadi sebuah ironi besar dalam kehidupan remaja zaman sekarang.
        
  


Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment